Bahasa · My Blabber Side

Pieces of My Abstract Mind

Dunia ini, semua orang hanya menyimpan kepahitan, kan? Semua orang tahu. Karena jika mereka jujur, tak akan ada yang menerima.

Kejam. Memang dunia dingin, kejam, dan tak adil.

Tapi tak ada yang suka mengetahui kepahitan itu, sekali pun tiap orang pasti memilikinya. Memang kalian pikir ada orang yang sempurna, hah?

Dangkal.

Kata-kata “Tak ada orang yang suka sendirian” itu salah besar. Tanyakan saja pada Ikan Louhan sana! Tapi jika “Tak ada orang yang dapat hidup sendirian.” Itu baru benar. Memang kau bisa menanam kentang, memanen padi, memerah sapi, mencukur domba, memotong ayam, menyiangi wortel, membakar gerabah, membuat grafit, menguras kloset, dan menyedot minyak bumimu sendiri? Coba saja kalau bisa. Bertaruh, kau akan mati bahkan sebelum kau selesai mengerjakan semua itu.

Fana. Benar.

Memang semua yang tersaji di depan matamu itu fana. Seperti gadis penjual korek api yang melihat begitu banyak hal-hal membahagiakan saat koreknya membara namun musnah begitu api itu padam.

Tapi lantas menghembuskan napas keras-keras dan melambaikan bendera perdamaian?

Melompat saja sekalian ke rel kereta!

Memang tidak mudah, hidup itu. Tapi kau bisa salahkan siapa? Nah, nah, hapus dulu daftar nama itu. Salahkan saja pada dunia dan buat dunia membayarnya. Bukan, aku bukan motivator! Kalau mau hancurkan dunia pakai nuklir, lakukan saja sana! Asal aku jangan sampai kena!

Masalahnya, kalau tidak hati-hati, malah kau yang diharuskan membayar lebih banyak.

Gawat kan?

Biarlah meracau. Kadang yang seperti ini tak mampu beberapa pikiran tangkap, tapi justru dapat diolah dengan baik olehmu kan?

Cukup ambil satu yang bisa kau percayai, itu sudah cukup. Bawa dia masuk ke mimpi tergelap, ajak dia berjalan di hutan kabut tengah malam, tarik dia selami samudera atlantik, kurung dia di penjara goblin hingga setengah umurnya.

Dia masih hidup?

Bagus. Kau bisa mempercayainya.

Ada banyak cara untuk membuat semua orang itu membayarnya, tergantung bagaimana kita menyingkapinya. Dan jika papan petunjukmu hilang, hanya satu yang bisa kau percayai itulah yang dapat menggantikan si papan. Bahkan, dia bisa jadi peta, kotak obat, kulkas, mikrofon, atau apa saja. Tambahkan sendiri.

Karena ada kebohongan yang bisa dipercayai dan ada kejujuran yang hanya akan menipumu. Seperti yang sudah kusemburkan di awal tadi. Semua orang, semua hal, menyimpan kepahitan di baliknya.

Cukup cari satu yang bisa kau percayai.

Itu Saja.

Image
Cover of Art in the Abstract Mind by Godfathers Prophet
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s