Japanese · My Blabber Side

お.兄.ちゃん

先年に、お兄ちゃんの事はなんかいやだーってた。僕は「お姉ちゃんほしい」ーって思った、それはやく十年後の年。でも今、成人になってる、たしかな事は変わてるよ。たとえばお兄ちゃんは僕の事あたたかくなる!さらに、兄ちゃんは僕ためにいろいろ物買ってあげる。優しくてもあたたかくて。だから僕はお兄ちゃんの事「お兄ちゃんになってなぁ」ーって思う。お姉ちゃんいらないって思う♪

お兄ちゃんは僕にいろいろ教えて。彼なしで、僕は今日の僕になれない。

お兄ちゃんありがとう。大好きよ。

DSC02838edit

Advertisements
My Blabber Side

The Biggest Fear

Dragged to the Inferno by Allah or losing beloved ones, naturally is the biggest fear of human. And I have no diference. But if I asked what my biggest fear, I always answer one.

“I’m scared of dead along with my unreveiled thoughts and ideas.”

I don’t know, call me self-centered person or something. NOW, I’m alive, taking breath constantly, healthy, without any lackness (alhamdulillah) but still, there’s so many things in my minds that I haven’t revealed yet. My “Aha!” moment, my innovations, my painting-vision, my imagination, my designs, my un-lyriced melodies, everything that I produce on my own inside this benign thing called ‘Brain’.

That’s why I keep writing here constantly no matter how numb my finger and how heavy my eyes, because, beside of blog-addicted, I want to reveal all I got inside my mind. Who knows tommorow I would still alive to write? Who knows it’s my last night? Because, no matter if you’re Hipparcus or Thomas Alfa Edison or Karl Marx, you can’t change the world if you take your inventions die with you, without anyone else know. It will be useless, no matter how briliant it is.

So that’s my point. It’s not about chasing fame or name or things, but for the shake of improving the surroundings.

So guys, PLEASE SHARE YOUR THOUGHTS AND INVENTIONS. God make every human with certain intention and you don’t want to die without leaving any signs, do you?

PS: Had a great quality time with BEM-J members today! YOU GUYS ALWAYS THE BEST!!

and…

BLESSED BLESSED BLESSED  ♥
BLESSED BLESSED BLESSED ♥
My Artist Side · My Blabber Side

Morning Waltz

    The luminescence dance.
    Glowing between the silent of coldness.
    Hug the glory of enchanted jingle.
    Bring life for the dead soul.

bloguseedit
blogDSC02822edit
???????????????????????????????
???????????????????????????????
???????????????????????????????
???????????????????????????????
???????????????????????????????
???????????????????????????????
???????????????????????????????

Usually I loves rain more. But these days I feel loving 7-10 AM’s morning sun. It just…enlighten my mind.

I suddenly got these desire to having a driving course. It really exciting and helpful if I could drive the car by myself, eh? But guess six full days of campus and sunday for done all the practical reports and tasks doesn’t really helpful the course intention.

My Artist Side · My Blabber Side · My Fashion Madness Side

Vibrant Color

It was cloudy and pretty tiring today but my mind shine bright like there was birds singing wherever I turn my head.

Anyway….

Asked to edited my friend’s photo with app that first time I knew! Well, I’m not smartphone user so, you know what I mean?

I usually avoid using this kinda sunny-shinny-bubbly colors but felt like today and she turns out happy with the result! ^^
I usually avoid using this kinda sunny-shinny-bubbly colors but felt like today and she turns out happy with the result! ^^

And asked by a friend to sketch her some skirt designs and I take it as my first project from my first client!

Since she's just easy-to-go kinda girl, gotta just rock my casual mind!
Since she’s just easy-to-go kinda girl, gotta just rock my casual mind!

I LOVE the way I live, and I LOVE the way I make myself alive.
If you can’t get the world you want, you can always make that world by yourself.

THEN, I WILL STAY ALIVE.

Bahasa · My Blabber Side · My Chaotic Philosophy

Membangun, bukan Menjatuhkan

Saya mendapat ilham untuk menulis ini (like it was, BUZZ!! I GOT REVELATIOOONNN~~~ #heavenly backsound) setelah saya capek hati dengan keadaan yang saya lihat di tivi.

Bukannya saya tertarik dengan dunia politik atau apa. Saya hanya merasa peduli sama Indonesia, thus I want to know better about my own country, termasuk dari sistem sosial politiknya (yang mana sebenernya memang bukan bidang saya yang berlatar belakang ilmu alam ini. But, hey, I’ve told you that we have to learn EVERYTHING, right?). Setelah mungkin (baru) sekitar satu-dua tahun saya menjajal kepekaan diri lewat menonton dan mengubek semua hal tentang politik Indonesia, termasuk tatanannya, pembentukannya, pencapaiannya, kasus-kasusnya, masalah-masalahnya, diskusinya, debatnya, daaaan lain-lain, saya merasa masih juga nggak paham. Sampe sekarang ini kakak, orangtua, tante, dan bibi saya bosen ngejawab saking seringnya saya nanya soal apa pun mengenai sistem perpolitikan Indonesia. Then I realize, politik dan sosial susah banget dimengerti karena berhubungan langsung dengan manusia, di mana manusia adalah hal paling complicated di muka bumi.

Ada sebuah keadaan di mana saya merasa Indonesia is worst. Then I feel it becoming better, dengan semua perbaikan yang terus-menerus dilakukan. Tapi kemudian saya mencoba melihat ke luar, baik dunia maya mau pun nyata, tentang apa yang warga negara ini pikirkan mengenai negara mereka sendiri, dan sering saya dikejutkan dengan opini mereka. Jujur, polos, menggebu-gebu, walau kadang nggak logis. Tapi saya melihat sebuah kebenaran di balik itu semua.

Thus, I tried to search for the reason. Mengapa? Apa yang membuat mereka berpikir demikian? Karena toh, jujur aja, saya memang bukan orang yang nasionalis amat, tapi sakit hati saya mendengar pikiran negatif dari orang yang seharusnya membangun negara ini. It was like parents abusing their own children, when basically they should have to nurturing them. Lalu saya tiba-tiba menemukan sesuatu, yang nggak saya (dan mungkin banyak orang) sadari sebelumnya.

Sekarang saya tanya, berapa sering anda menonton televisi atau membaca koran? Apa yang anda tonton dan anda baca? Apa yang mereka sediakan untuk anda tonton dan baca? Apa yang anda dapat dari itu semua?

I’m not really a newspaper girl. Saya jarang banget baca koran. But I mostly watch TV in my spare time so let me answer it.

Most of the channels provide NOTHING.

Banyak acara “bodoh” yang sama sekali nggak dapat meningkatkan taraf intelektual masyarakat. Tapi banyak juga acara “pintar” yang pada dasarnya punya konsep dan tujuan kosong. So there’s just certain channels I intentionally watch karena kalau saya menonton channel lain, yang saya dapat hanya lagi-lagi kemarahan.

Soal acara “bodoh” itu, well itu emang udah jelas. Jadi mari kita kesampingkan dulu. Let’s talk about the “smart” one.

It takes me a long time to realizing, bahwa ternyata mereka dapat membentuk sebuah mindset negatif terhadap bangsa kita sendiri. So, secara nggak langsung, KITA-lah yang membuat jelek bangsa kita sendiri.

Pernah merasakan ini? Menonton debat atau investigasi politik sampai tuntas kemudian mematikan televisi dengan perasaan depresi, marah, dan putus asa, but there’s nothing to do about it. Yang lucu adalah, mereka mengupas apa-apa kejelekan bangsa ini tanpa memberi solusi apa pun. It’s like people who hate someone then spread out their hated one’s lackness and takes no responsibility about it. Mereka membuat kita seakan merasa pintar, tapi di waktu yang sama membuat kita merasa tidak berdaya dan benci yang tidak ada taranya.

Jadi jangan ribut mendengar orang-orang di negara ini mencibiri negara mereka sendiri. Jangan ngomong anak muda Indonesia jaman sekarang ini rasa nasionalismenya kurang atau apa. Jangan sekali-kali gembar-gembor kalau golput itu haram dan angka golput di Indonesia semakin bertambah. Bukan karena Indonesia belum siap berdemokrasi atau apalah. Tapi karena pada dasarnya, baik mereka sadari atau tidak, orang-orang di Indonesia, termasuk media massanya, menanamkan mindset negatif terhadap kita yang bersifat menjatuhkan negara kita sendiri. Coba, apa aja isi berita yang tiap hari anda tonton di TV atau baca di koran? Korupsi lagi, kecelakaan lagi, kecurangan lagi. Tapi coba cari apa mereka menayangkan hal positif yang seharusnya kita lakukan untuk mengatasi hal tersebut. Nggak adaaaa..

There, there, Sesuai judul, yang sebenernya Indonesia butuhkan itu bukan fakta yang menjatuhkan, tapi fakta yang membangun. I’m not telling to hide some of bad fact and present some fake good fact instead lho ya. Tapi Indonesia butuh pembangunan secara nyata, bukan penjatuhan secara nyata. Dan secara besar-besaran dari semua aspeknya. Bukan cuma politik, bukan cuma pemerintahan. Tapi juga dari gizi masyarakat, sistem pendidikan, pembinaan, dan keterampilan masyarakat, and countless more. Bukan sebuah usaha penyembuhan tak ada habisnya dari penyakit-penyakit permanen yang memang sudah ada.

Misalnya gini aja deh, jika kita cuma mempermasalahkan siapa-siapa saja yang korupsi, berapa saja nominal yang dikorupsi, dan bagaimana cara menindak para koruptor itu, tapi kita nggak melakukan pembenahan dasar seperti memperbaiki gaya hidup dan mindset kita, percaya deh, nggak akan ada yang berubah. Mau sampe berapa millenium pun itu dilakuin.

So kalo memang ingin ada perubahan untuk Indonesia, ubah juga semua sistem yang ada. Misalnya untuk media : instead of polling-polling nggak penting, debat-debat nggak penting (yang seringnya malah berujung perseteruan liar antar parpol atau malah terpublikasikannya hal-hal yang nggak layak dipublikasikan) dan liputan-liputan kampanye nggak penting, it’s better they directly educate us of how to vote a good leader or what the good leader truly is. Karena saya yakin, (di luar hal-hal teknis macam pendataan atau semacamnya) sebenernya golput itu bukan cuma karena masyarakat nggak percaya pemimpinnya, tapi karena masyarakat nggak tau pemimpin yang baik itu harusnya yang seperti apa. (NOTED: BAIK secara NYATA. A gary Stu or Mary Sue kind of person is just a DREAM, people! Including Gary or Mary leaders! SO WAKE UP!)

If we end up shooting the endless troubles about our governors again and again tanpa mulai memperbaiki dari akarnya (yaitu mindset), pada akhirnya kita nggak akan dapet apa-apa. Sebab, sebaik-baiknya sistem pemerintahan memang tidak ada yang sempurna, demokrasi sekali pun. Karena pada dasarnya semua sistem itu dibentuk oleh manusia, bukan oleh Tuhan. And we human always chasing perfection because we don’t have one, like ‘Him’.

PS: Honestly, harusnya saya belajar pewarnaan gram bakteri buat kuis Hayati besok, bukannya nulis beginian.
But for some reason, memikirkan masa depan negara jelas lebih penting daripada melototin bakteri di mikroskop, agree? ヽ(´ー`)ノ

My Artist Side

-tuhan-

The National Election for legislative and president of Indonesia is just one and few months away. I suddenly got this idea of my mind and tried to visualized it on canvas. Seems mess like exactly I want it should be.

Anyway, first painting of the year.

DSC02778compress

The god's perspective
The god’s perspective
The nation's perspective
The nation’s perspective
The King and The Slave
The King and The Slave

Got what I mean?