Bahasa · My Writer Side

Book Review: The Wizard of Oz

The Wonderful Wizard of Oz

Author: L. Frank Baum
Translator: A. Dzaka
Publisher: PT Tangga Pustaka, 2013
Pages Count: 224 Pages

Prologue

The Wizard of Oz, cerita klasik L. Frank Baum yang sebegitu terkenalnya, yang sudah diterjemahkan ke puluhan bahasa dan diadaptasi ke baik ke teater maupun layar kaca di seluruh dunia, belum pernah sekali pun saya baca dan saya tonton filmnya.

Empat tahun lalu saya sempat buat list life goals, yang salah satunya adalah membaca karya-karya klasik mancanegara minimal 50 buku, yang mana seharusnya termasuk Wizard of Oz juga. Tapi, ya, gitulah, kadang saya memang suka ngomong doang =_=

Maka ketika nemu buku ini di bazaar lima bulan yang lalu (iya, memang udah lama =_=) tanpa pikir dua kali langsung saya samber aja begitu.

Main Story

The Wizard of Oz menceritakan tentang seorang gadis kecil yang tinggal di Kansas bersama Paman dan Bibi serta anjingnya namun sebuah topan badai aneh menerbangkan Dorothy bersama anjingnya ke sebuah negeri asing yang aneh. Tujuan mereka kini hanya satu: pulang.

Enough said, I kinda had a hard hard time to finish.

Bahasanya bikin saya bosan. Kaku sekali, seperti ditranslate pakai gugel berbasis jaman soekarno-Hatta. Saya kurang paham apakah gaya begini adalah karena sang translator yang kurang luwes atau memang bawaan dari naskah aslinya. Tapi rasa-rasanya saya malas juga kalau harus baca naskah aslinya hanya untuk memastikan apakah gaya bahasanya juga sama jeleknya atau tidak. Saya ngerti sih, ini memang bacaan anak-anak, tapi daripada ‘sederhana’ rasanya malah lebih pas dibilang ‘kacau’. Saya kurang yakin apakah anak-anak juga akan mengerti kekacauan padanan kata-kata di buku ini.

Karakterisasinya bikin saya sebel. Jujur sih, saya malah menangkap bahwa si Dorothy ini karakter yang mengerikan, bahkan jauh lebih harus diwaspadai daripada penyihir jahat dari Negeri Barat. Dorothy terkesan sebagai gadis kecil keras kepala yang hanya memanfaatkan teman-teman hopelessnya untuk mencapai tujuannya sendiri. Berhasil membunuh para penyihir jahat hanya karena keberuntungan yang datang entah dari mana.

Alurnya kebanyakan filler yang ditarik ulur nggak jelas. Dan ternyata, tidak kalah mengerikannya dari Dorothy si karakter utama. Sebagai cerita anak-anak, saya lumayan kaget dengan banyaknya adegan kekerasan yang dijalankan dengan lancar-lancar saja oleh para tokoh di dalamnya seakan itu bukan sebuah kekerasan. Yang lainnya, saya masih ingat dengan adegan Bayung dan Penebang kaleng yang meninggalkan singa tertidur di ladang opium hingga mati. Walau pun si singa tidak mati pada akhirnya, tapi bahkan gagasan adanya ladang opium itu pun sudah cukup mengerikan sebetulnya, untuk sebuah cerita anak-anak.

Untung settingnya, yah lumayanlah. Barriernya lumayan jelas dan deskripsinya rada meyakinkan. Saya rasa dibanding aspek-aspek lainnya yang minus besar, mungkin worldbuildingnya bisa dikasih nilai netral lebih sedikit.

Belum sampai genap delapan bab saya baca (total ada 24 bab), saya sudah siap melemparkan buku ini jauh-jauh. Tapi saya tetap bertahan dengan harapan bahwa pertanyaan saya tentang mengapa cerita ini bisa sangat populer, akan terjawab. Tapi ternyata tidak juga. Kenapa cerita ini bisa sangat populer, saya masih belum tahu dan catatan panjang lebar dari penerbit sebagai penutup juga rasanya jadi nonsense.

Epilogue.

Soal stars rating, cukup ★, satu bintang hanya untuk settingnya saja. Yang lainnya nol besar.

Dear pembaca, kalau Anda punya argumen yang bagus untuk menjelaskan kepada saya mengapa cerita ini bisa jadi salah satu karya klasik yang sangat digemari, tolong dijabarkan di kolom komentar agar dapat mencerahkan hidup kita semua, terutama hidup saya, karena buku ini berhasil bikin saya badmood dua hari.

xx,
Kyokazuchan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s