Bahasa · My Blabber Side · My Chaotic Philosophy

Personifikasi Waktu

Jika “Waktu” adalah makhluk hidup, tidakkah kau bertanya-tanya seperti apa rupanya? Apakah gendernya wanita atau pria? Tua atau muda? Menyenangkan atau tidak?

Hum, mengingat sikapnya yang sangat keras kepala dan tidak mau mengalah, kutebak dia wanita. Namun berhubung para wanita seringkali mengklaim kaum pria adalah makhluk yang tidak sensitif dan anti-kemapanan, yang mana sangat menggambarkan Waktu secara keseluruhan, kupikir dalam waktu bersamaan Waktu juga adalah seorang pria.

Hei

Tunggu sebentar.

Jika aku memilih bahwa Waktu adalah wanita maupun pria, tidakkah kau berpikir itu membuatnya terdengar sebagai salah satu dari kaum transgender yang masih ramai dijadikan perdebatan antara para liberalis dan fundamentalis? Aku bukannya mau mengambil salah satu sisi antara pro dan kontra itu, aku hanya tidak mau Waktu ikut menjadi bahan perdebatan mereka.

Namun jika Waktu adalah wanita, pasti keturunan Hawa itu akan girang dan melonjak-lonjak setengah mati. Berpikir bahwa dunia benar-benar berada di telapak kaki mereka dan dengan mudah memperbudak kaum lelaki sambil berkata angkuh “Kau mencoba mempermainkanku, hah? Kusuruh Waktu mengutukmu langsung jadi tua bangka, baru tahu rasa kau!” Sementara jika kuputuskan Waktu adalah pria, ah, betapa akan kacaunya dunia ini. Makhluk maskulin berego tinggi itu bisa menyalahgunakannya untuk apa saja. Contohnya, yah, kau taulah apa.

Ah, atau begini saja, kuputuskan bahwa Waktu adalah gender yang baru, tidak berkiblat baik ke wanita atau pun pria. Kita namakan saja gender Waktu tersebut sebagai Gender Baru, dengan huruf kapital untuk “G” dan “B”-nya. Apabila kau sudah menemukan sebutan yang tepat untuk Gender Baru itu, silakan katakan saja ya, biar kita bisa pertimbangkan bersama nanti.

Menurut pikiranku, Waktu adalah makhluk hidup yang dapat bergerak sama normalnya seperti kau dan aku. Dia terdiri dari kepala, badan, tangan, dan kaki. Hum, sebetulnya aku mau saja mengurut ulang komponen-komponen itu menjadi susunan acak, supaya karakter Waktu kita lebih seru jadinya. Namun menurut hemat Tuhan sesuai dengan ilmu ergonomi yang diciptakan-Nya sendiri, setiap komponen tersebut telah terspesialisasi sesuai dengan fungsinya masing-masing dan harus diletakkan di posisi yang tepat untuk menghindarkan gangguan yang mungkin muncul di masa depan. Jadi, yah, lebih baik dituruti sajalah. Tahu sendiri jika Ia sudah marah, lumayan menyeramkan juga kan.

Kubayangkan, Waktu adalah makhluk yang akan semakin tua dan sakit-sakitan apabila makhluk lainnya melanggar aturan jadwal yang telah ditetapkan. Pandangan matanya akan menjadi minus nol koma lima tiap ada anak manusia yang telat bangun pagi, sehelai rambutnya akan berubah menjadi putih tiap ada bangau yang telat bermigrasi musim dingin, satu giginya akan tanggal jika ada presiden yang telat menghadiri upacara kemerdekaan negaranya sendiri.

Oleh karena itu, Waktu sangat membenci makhluk lain–makhluk apa saja selain dirinya–yang suka terlambat dan membuang-buang waktu karena membuatnya semakin hari menjadi renta, sementara ia pun juga menjadi makhluk yang paling dibenci seantero jagat raya ini karena hobinya marah-marah dan menunjuk hidung siapa saja yang ia pikir tidak efisien hidupnya.

Aku membayangkan Waktu memiliki dua mulut dan satu telinga. Orang berkata bahwa kita dianugerahi satu mulut dan dua telinga karena kita diharapkan untuk lebih banyak mendengar dibanding berbicara, namun hal itu tak berlaku untuk Waktu karena ia tak butuh banyak mendengar. Satu mulut Waktu berfungsi layaknya mikrofon khusus jarum jam. Dia selalu berbunyi “Tik, tik, tik, tik….” di setiap detik yang terlewati serta berteriak-teriak “PUKUL DUA TEPAT!!!” ketika kombinasi jarumnya menunjuk angka dua dan dua belas. Satu mulutnya lagi berguna untuk berbicara–atau lebih tepatnya, mengomel–secara normal. Bagi Waktu, bicara itu lebih penting daripada mendengarkan, karena Waktu selalu benar dan aturan-aturannya bersifat absolut, tidak peduli apa kata orang.

Waktu memiliki hidung yang sangat runcing, lebih runcing daripada nenek sihir mana pun yang bisa kau temukan di cerita dongeng (atau mungkin juga dunia nyata, siapa tahu penyihir itu betulan hidup), mungkin ukurannya sekitar dua inci lebih runcing dari hidung teruncing yang kau tahu. Di mana hidung itu berfungsi untuk menambahkan penegasan dramatis ketika ia mengangkat dagunya tinggi-tinggi dan menatapmu dengan pandangan menyalahkan karena kau bangun pagi 10 detik lebih lama dari yang seharusnya.

Tapi seberapa pun orang-orang menyakiti Waktu baik sadar atau tidak, Waktu tidak akan bisa mati. Jika tubuhnya sudah porak-poranda dan tak memungkinkannya hidup lebih lama, Waktu baru yang masih muda akan menjelma menggantikan Waktu lama yang telah jompo, dengan membawa sifat dan pengetahuan sama persis seperti sosok Waktu yang lama, terus begitu hingga entah sampai kapan.

Waktu sesungguhnya telah berusia tua sekali, bahkan dicurigai Waktu telah ada saat bumi ini masih dalam tahap pembangunan. Oleh karena itulah dapat dikatakan Waktu adalah saksi hidup dari semua peristiwa penting di dunia. Banyak peneliti, arkeolog, ilmuwan, atau orang-orang yang hanya ingin tahu, datang berbondong-bondong ke hadapan Waktu, bertanya ini-itu sampai mulut mereka berbusa-busa. Sayangnya kebanyakan mereka semua akan pulang dengan tangan hampa karena Waktu tidak dapat memberikan jawaban yang mereka harapkan.

Orang-orang seringkali berkata “Biar Waktu yang akan menjawab,” namun kenyataannya, Waktu tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan atau akan berakibat pada masa depan. Contohnya, jika kau bertanya apakah Neil Armstrong, Michael Collins, dan Edwin Aldrin benar-benar mendarat di bulan tahun 1969, maka Waktu tidak akan menjawabnya sekalipun ia tahu. Begitu juga dengan kasus kematian Napoleon Bonaparte yang masih diperdebatkan apakah disebabkan racun arsenik atau kanker gastritis, karena dengan diketahuinya kenyataan sebenarnya maka akan ada perdebatan atau pertarungan di masa depan. Hal itulah, sesuatu yang dapat berdampak pada masa depan, yang berada di luar kuasa Waktu. Karena meskipun Waktu memegang kendali atas waktu yang sedang berjalan, ia tidak memiliki kendali atas masa depan.

Namun apabila kau bertanya tentang seperti apakah hari di mana kau dilahirkan, atau berapakah jumlah tentara salib yang mati akibat perang salib maka dia akan menjawabnya (tentu apabila pertanyaanmu dan jawaban darinya untuk pertanyaanmu itu tidak mengganggunya untuk berteriak mengumumkan jam dan mengomeli kereta yang telat seperlima detik dari jadwal) dengan singkat, padat, dan jelas.

Namun di luar itu semua, seperti yang sudah kukatakan, Waktu memegang kendali atas waktu yang tengah berjalan. Ketika kau merasa bahwa waktu berlalu begitu cepat atau terlalu lambat, kau tidak sadar bahwa saat itu Waktu memang sedang memainkan kecepatan putaran jamnya. Tujuannya bermacam-macam, dan mungkin beberapa di antaranya tidak dapat kau pahami. Seringkali ia mempercepat waktu untuk mendidikmu bagaimana mengefisiensikan hidup, atau juga memperlambat waktu untuk memberimu kesempatan belajar lebih banyak (atau juga memperlambat jam pulang kerjamu saat kau sedang bosan-bosannya, karena dia kesal segaris kerutan muncul di wajahnya saat kau terlambat mengantarkan anak perempuanmu ke sekolah).

Sesungguhnya, di luar perangainya yang menyebalkan dan tidak kenal toleransi itu, Waktu adalah makhluk yang sangat baik hati. Ini hanya tentang bagaimana caramu memperlakukannya dan memperlakukan dirimu sendiri. Karena ketika kau melukai Waktu, secara tak langsung kau sedang melukai dirimu dan masa depanmu sendiri.

Jika “Waktu” adalah makhluk hidup, humm, sepertinya hidup ini akan cukup menyusahkan juga jadinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s