English · My Chaotic Philosophy · My Writer Side

Things That Left. Things That Dead. Things That Remains Alive.

Of things that I missed out.
Of things that I don’t get it.
Of things that are not meant to be mine.
Of things that I thought unfair.
Of things that I wondered why.
Of places that I don’t belong.
Of people that leaving me.
Of people that I bid farewell to.
Of presents that I will never sent.
Of sounds that just leaving echo.
Of loves that we’ll leave behind.
Of hopes that are doesn’t matter anymore.
Advertisements
English · My Blabber Side · My Chaotic Philosophy

02:00

I did it again.

I said I won’t go too hard on myself anymore, I promised myself. I said I will forgive myself. I said I will give myself the time, and chance.

But I screw it up. I ruin it over again.

The atmosphere around me always been so toxic. Everytime and everywhere I go, I feel like diving in the arsenic ocean. I feel saturated. Toxified. Poisoned.

“It’s okay, I’m cleaning up.” Everytime I crawling out of that poisonous ocean. As I’m trying to get rid of my soaked self and make it dry and nice again. But the fact is, I’m keep sliding off the water and drown. All over again.

The poison saturated me. Trapped me in this satanic cycle of anxiety and depression that I don’t even remember why. I can’t remember why it came in the first place, how and when did it happened to me eversince? All I remember now is just, it’s painful. So much painful that I’m torn apart. I’ve been trying to surviving this. I’m trying to be kind to myself. But it’s so hard.

I’m tired.
So much tired.

English · My Chaotic Philosophy

#LearnToday 13: Mind-guessing Game

“I think if I’m a game, I will be a very-fun-plus-depressing one.

Because my mind is super stochastic that is impossible to be guessed, even for me myself. Because my chronic tendency of spontaneus and surprising actions makes no one able to see what I will and wanna do.

(I even give me myself a heart attack sometimes. Like, today, for example.)”

Bahasa · My Chaotic Philosophy

Sebuah Catatan Untuk Angka 24

Saya pernah berkata pada seorang teman, “Kamu beruntung baru ketemu aku sekarang. Nggak jaman dulu pas aku masih alay korea-koreaan, nggak jaman dulu pas aku masih nggak tau tujuan hidup aku apa dan apa yang mau aku lakukan di masa depan, nggak jaman dulu pas aku masih tantrum dan nggak bisa kendaliin emosi, bahkan nggak jaman dulu pas aku masih lari gaya Naruto.”

Iya serius, Naruto.

Tau kan gaya lari Naruto? Badan agak condong ke depan sekitar 45 derajat, kepala diluruskan dengan punggung, tangan membentang ke belakang, kaki diayunkan lebar-lebar.

1460155122620

Iya, begitu.

Ingat dulu saya pernah lari gaya begitu bikin meringis deh. Super cringe. Ternyata saya pernah se-freak itu, sekaligus se-nggak pedulian itu sama pendapat orang lain tentang pembawaan diri saya. Anehnya, walau saya dihujat sana-sini tapi kok saya bisa tetap stay cool aja ya. Ah mungkin dulu saya memang se-cool dan se-antikemapanan itu ya. Pantes saya banyak dibully :((

Bicara tentang masa depan, lucunya adalah sepertinya saya masih belum berubah, saya masih nggak tau akan jadi apa dan apa yang ingin saya lakukan. Blank. Gelap.

Bedanya hal itu masih wajar jika dikatakan di usia dengan kepala 1 tapi jadi hal yang tabu jika sudah menginjak kepala 2. Ketika mulai menginjak kepala 2, saya menyadari bahwa dunia mengharuskan kita paham dengan apa yang kita lakukan. Nggak boleh ada kata “I have no idea of what I’m doing actually,” yang terucap. Padahal kenyataannya, diri saya di usia dua puluhan masih sama clueless-nya dengan usia belasan dulu.

Sedikit lebih pintar? Oh iya pasti. Lebih good-looking? Eh, ya memang dulu saya belum tau cara merawat diri sih, tapi kayaknya sama aja. Lebih berani? Hm… Saya kira saya memang sudah nekad dan gila dari sananya jadi nggak ada perubahan. Lebih dewasa? Jika dewasa itu dianalogikan dengan kemampuan mengambil keputusan dan bertindak dengan tepat, pastinya tidak.

Kenyataannya, saya nggak tau apa yang sebenarnya saya lakukan sekarang ini. Kehidupan karir saya berantakan, kehidupan percintaan juga berantakan, kesehatan nggak keruan, finansial juga carut-marut, kehidupan sosial apalagi. Jika ini adalah aspek-aspek hidup yang mereka harapkan untuk dapat tercapai dengan stabil dan well-achieved, saya jelas gagal total.

TBH saya nggak tau kenapa saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya sebelumnya yang secara otomatis membuat finansial saya seperti dilanda topan badai dadakan. Saya memutuskan nggak ingin melakukannya lagi karena saya sudah nggak menikmatinya. Itu, dan tuntutan skripsi yang menunggu untuk diselesaikan. Saya nggak tau kenapa saya menyudahi hubungan itu atau kenapa saya kembali ke rumah untuk menghadapi seluruh anggota keluarga yang judmental setiap hari yang kemudian membuat saya terserang insecurity, anxiety, dan social trauma berkepanjangan. Lalu saya juga nggak tau kenapa dengan semua hal yang terjadi tersebut, saya masih juga mengambil risiko SANGAT BESAR untuk mulai mengembangkan bisnis saya sendiri.

Mungkin jawabannya cuma satu: Insting.

Saya sering sekali bertumpu pada insting untuk memutuskan segala sesuatu. Jika ciri-ciri orang dewasa adalah senantiasa berpikir logis, jelas saya nggak masuk kriteria. I just can’t see any other way. My heart told me so. My instict told me so.

Tapi jika dipikir-pikir lagi, bukankah ini salah satu bentuk dari independensi? Atas diri sendiri mau pun orang lain. Lima atau sepuluh tahun yang lalu, mungkin saya nggak punya keberanian untuk melakukan hal-hal tersebut. Mungkin saya akan tetap patuh dengan apa yang orang lain tentukan untuk hidup saya. Mungkin saya akan mengikuti kungkungan logika saya, sekalipun saya tersiksa setiap hari.

Oke itu satu skor untuk saya versi 24. Ternyata walau clueless dan hidup carut-marut, saya punya level independensi yang lebih tinggi. Dan sepertinya kemampuan berjudi yang lebih tinggi juga karena, bukankah memutuskan sesuatu berdasarkan insting itu sama saja dengan berjudi? Bingo.

Hidup dengan aman itu mungkin menyenangkan, ya. Tapi jika amannya di dalam penjara dan setiap hari berulang sama, lantas di mana senangnya?

Saya belajar satu atau dua hal dari hal tersebut. Dari kesalahan-kesalahan dan kebodohan yang saya lakukan seumur hidup saya. Maka ini sedikit catatan untuk saya versi 24 (dan mungkin untuk kamu juga):

  • Jika kamu sudah masuk kepala 2 tapi masih belum tau apa yang ingin kamu lakukan dengan hidup kamu, ternyata banyak yang kepala 4 hingga 5 pun tidak tau apa yang ingin mereka lakukan dengan hidup mereka. Maka list saja dulu keinginanmu lalu kejar satu-persatu. Tiap poin yang kamu coret eventually will bring you to a certain place and certain position. And therefore your story begins without you even notice. Ternyata begitulah cara kerjanya.
  • Kalau kamu merasa sepertinya sekali lagi mengambil keputusan yang salah, yaudah YOLO aja. Kebebasan untuk mengambil keputusan tetap saja adalah kebebasan, sekali pun keputusannya kebetulan salah. You’ve fight to have your own voice and independency this whole 24 years, don’t take it for granted.
  • Kalau ada cowok deketin kamu, tanpa basa-basi langsung aja tanya “Mau nikah atau mau main-main aja? Kalau main-main sih bye aja. Kalau mau nikah emang situ udah punya apa? Saldo di rekening udah berapa?” Karena kamu se-beyond priceless itu dan nggak ada yang layak membuang waktu kamu.
  • Jangan meremehkan insting. Saya punya contoh seseorang yang selalu mengandalkan instingnya tapi mampu berjalan sangat jauh dan mendapat banyak sekali achievement: Ya, dia adalah diri saya sendiri. Dan saya baru menyadarinya sekarang.
  • Lain kali kalau kamu merasa hidupmu berantakan dan memalukan, ingatlah jaman dulu saya pernah lari pake gaya Naruto. Itu jauh lebih memalukan.

Selamat ulang tahun terlambat tiga hari. Selamat menjadi 24, Oka.

20180321_000152

#TheMorningTales · English · My Blabber Side

#TheMorningTales: A Rarely Beautiful 10AM

rps20180329_105620

Despite that I woke up with a lighthead, dizzy feeling and my eyebags are swolen, it surprisingly a beautiful morning. Let me tell you how it was feel like:
1. A morning in high school when you’ve finished all the exams and attending class meeting where it only contains interclasses mini sport and art tournaments. Like, no stress and no drama. Just an endless fun ahead.
2. A morning when you’ll go to tour or travelling. The only morning that I think the major of us don’t mind.
3. A morning when I have to go to rapat BEM or college organization meeting/events, back when I was in college. The morning when spirit and excitement burst out everywhere and all we can see are faces of happy laugh and determination. That’s it. A truly beautiful morning.

So I grab my keys and wallets and go to the nearest McDonalds just to have a cup of tea and pancakes. Bare-and-lack-of-sleep faced and wearing only my pajama tank top, choosing outdoor table and eating while staring at sun rays.

It was a nightmare on the night before, as always. But nightmare is just a nightmare. A beautiful morning will come after. It will be okay.

Anyway, here some earworm from Indonesian local band called Reality Club. You’re welcome.

English · My Chaotic Philosophy

A Little Secret

Everytime my late-night severe anxiety hits me and I starts feeling dizzy, trembling, and sweating, I always see my dolls moving a little, continually, as if they do a simple gesture of dancing. I’m not even scared because then my head just filled with question marks about what’s wrong with me.

At this point, I thinking about my failed intention of making appointment with mental helper since years back then.

Should I finally do it now?

English · My Blog Talks

[Color Code:] Teal & Pink

Something extremely exciting is coming! And I’m extremely extremely excited! My brainchild would be here super soon! Look! I’m super genius that my brain can even give birth it’s own child, am I not? (please don’t throw me and my arrogancy to the abyss)

But I still have to work out some (MILLIONS!) major and minor details hence I still can’t leak more. So in the meantime, please enjoy this galore of teal and pink hue to brightens your day!

2fdcf0754e1ae448a5699c9b8d641acf

4fb1bf1215683d02587da4f386bb8cbb

5b0cc8b568531cb864b74b8bd8a5ef8f

8f60f99a4e63287ebcc2f3eda3f5f75d

9f4d82f05b56727d11c2df59959ce43f

042d60cba181e3fe6d96856b9caf71d1

45e48db9307bc94effcf6e6244939104

46f9c541b4088dc17ede2937e03259f5

79ce8f1627f4a9152be31a1fdab82001

8834ed77ef6ac01594fef02995b93df5

Processed with VSCOcam with c1 preset

beb80f706b5b054cfd8c52148db566a6

cb712d99b1dcfeef62878c9c4bb6bfa0

 

All credits goes to Pinterest. Just comment below if you own one of this to get it credited directly to you. Ok? Okay!